Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Pulang

Nak, kalau kamu sedih dan berduka Pulanglah, Dadaku siap menampung semua keluh Lenganku siap menopang jiwamu yang rapuh Bahuku kokoh untuk jadi tempatmu berlabuh Nak, kalau kamu lelah menantang dunia, Pulanglah. Di rumahmu, dunia hidup tanpa sandiwara Kamu bebas tertawa tanpa takut pada siapa Lepas menangis tanpa perlu mengais kasih Nak, bukalah topengmu barang sejenak Benakmu perlu beristirahat nyenyak Kutahu lelahmu tak terbayar Semangatmu padam dalam reman Gelapmu kini jadi warna yang temaram Nak, percayalah Cintaku padamu tak kenal batas Tak tahu ampun Tak akan lekang Abadi sampai akhir Bogor, Agustus 2018 Baru saja pulang.

Selamat

Suatu hari, seorang pria datang ke kamar kosku, dia menawarkan diri untuk masuk, menjagaku dari jarak dekat. Aku menolak, untuk apa? Kamar kosku sudah dilengkapi kunci dan trails. di depan, satpam kos bersiaga 24 jam penuh (meski dengan banyak toleransi). Dia tersenyum tulus menjawab penolakan.   “Kalau begitu, aku akan tunggu kamu di luar, di sini” katanya. Aku mengerenyit “Untuk apa?” dia lagi-lagi menjawab dengan senyum. Aku memutuskan untuk membiarkannya, masuk ke dalam dan menganggapnya tidak ada. Dia adalah laki-laki pertama yang mengetuk pintu kosku, tentu, dengan kenyataan itu dia juga orang pertama yang menawarkan penjagaan. Yang buatku mengerenyit, aku bahkan tidak tahu dia siapa. Ini pertama kalinya kami bertemu. Anehnya, aku sama sekali tidak takut. Dia tampan, dan aura yang terpancar dari matanya membuatku teduh. aku bisa saja mempersilahkannya masuk kalau kamarku sedang tidak berantakan (sekali) dan berdebu. Sekitar pukul sepuluh malam, aku mengintip ke l...